SUKU YANG MENGENAL KASTA

Diposkan oleh wismu sadono | 03.26 | 0 komentar »


BALI



Kasta dari bahasa Portugis adalah pembagian masyarakat.

Kasta yang sebenarnya merupakan perkumpulan tukang-tukang, atau orang-orang ahli dalam bidang tertentu, semestinya harus dibedakan dari warna atau Catur Warna (Hindu), karena memang pengertian di antara kedua istilah ini tidak sama. Pembagian manusia dalam masyarakat agama Hindu:

1. Warna Brahmana, para pekerja di bidang spiritual ; sulinggih, pandita dan rohaniawan.
2. Warna Ksatria, para kepala dan anggota lembaga pemerintahan.
3. Warna Waisya, para pekerja di bidang ekonomi
4. Warna Sudra, para pekerja yang mempunyai tugas melayani/membantu ketiga warna di atas.

Sedangkan di luar sistem Catur Warna tersebut, ada pula istilah :

1. Kaum Paria, Golongan orang terbuang yang dianggap hina karena telah melakukan suatu kesalahan besar
2. Kaum Candala, Golongan orang yang berasal dari Perkawinan Antar Warna

Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

SEJARAH
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia.[3] Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau.[4] Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Sansekerta dari India pada 100 SM.[rujukan?]

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, di antaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

KASTA DI BALI
Seperti orang Jawa, masyarakat Bali dibagi atas tingkatan-tingkatan. Memiliki anggota kecil dari kasta Brahmana, sebagaimana sekelompok kecil kasta lainnya yaitu Waisya dan Ksatria, di mana istilah-istilah kasta yang dipakai menyamai istilah asalnya dari India. Tetapi sistem kasta Bali tidak membedakan spesialisasi pekerjaan atau gagasan tentang pencemaran ritual antar kasta. Mayoritas orang Bali, termasuk para entrepreneur kaya dan politikus menonjol, berasal dari kasta rendah atau Sudra.

Tidak seperti kebanyakan orang Jawa, orang Bali secara antusias mengambil bagian di beberapa kelompok bisnis yang saling bertautan hubungan keluarga. Salah satu tradisi mereka yang paling penting disebut dadia, kelompok kerjasama berdasarkan sistem patrilineal atau garis keturunan ayah.

Sebagai tambahan, orang Bali adalah anggota dari banjar, atau desa, tetapi hal ini tidak sama dengan dadia. Kelompok sosial ini bertanggung jawab terhadap keamanan, kerjasama ekonomi, kerjasama di bidang pariwisata dan formasi hubungan atau afiliasi antar desa. Banjar adalah bentuk perwakilan dari kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap urusan perkawinan, perceraian dan transaksi pembagian warisan. Sebagai tambahan, ia juga merupakan unit untuk memobilisasi sumber daya manusia untuk acara-acara kremasi yang sangat terkenal dari suku Bali. Masing-masing banjar memiliki kelompok orchestra, penari dan pengrajin tenun sendiri.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kasta...http://id.wikipedia.org/wiki/Bali....
http://www.lestariweb.com/Indonesia/Bali_People_Balinese.htm

0 komentar

Poskan Komentar